Menjadi "The Perfect Muslimah" : Bismillah, Aku, Kamu, Kita Semua bisa!
Halo, Apa kabar IMMawati, semoga sehat selalu dan bahagia menjadi Muslimah. Swara Kader merupakan wadah yang menaungi tulisan para kader IMM Muhammad Abduh untuk mengesksplor dirinya melalui tulisan. Edisi kali ini, surat cinta untuk kita para perempuan.
Perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah Swt. yang mulia. Bersamaan dengan laki-laki diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Qs. 95:4). That's it, dear.
Dalam perjalanan panjang sejarah, ternyata hadirnya perempuan tidak sebaik itu diterima dalam masyarakat. Seperti contohnya di zaman Arab jahiliyah, anak perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggal aib dan beban ekonomi keluarga, di Eropa sampai abad ke-17, wanita masih dianggap sebagai jelmaan setan atau alat bagi setan untuk menggoda manusia. Sedangkan di Yunani, wanita dianggap sebagai penyebab segala penderitaan dan musibah.
Akhirnya kita melalui kaca mata dunia dinomor duakan atas laki-laki. Kita termajinalkan, dianggap sebagai makhluk kelas dua, hidup kita seolah "dibentuk" sedemikian rupa oleh stigma dan tuntutan masyarakat yang merugikan kita.
Kini, zaman telah berubah. Guliran sang waktu perlahan menyadarkan, bahwa perempuan sama berharganya dengan laki-laki. Perempuan mampu melakukan banyak hal ketika ia mau. Bermimpi setinggi langit tanpa khawatir ini dan itu.
Lantas, bagaimana dengan sekarang? kita bisa merefleksikannya sendiri. Apakah suara kita didengar? aspirasi kita dipertimbangkan?
Faktanya, ruang bebas itu terbuka lebar. Namun, kita, para puan yang kadang malah enggan. Kitalah yang akhirnya seperti membatasi diri sendiri. Padahal barangkali kesempatan itu selalu datang, tetapi kita sendiri yang terus merasa tidak layak. Di sinilah letak #womansupportwomanharus ditegakkan. Iya, mari saling peduli dan mendukung satu dengan yang lain.
IMMawati, kita saat ini menyandang gelar muslimah. Syukur Alhamdulillah kita adalah satu di antara banyak manusia yang diberi kenikmatan islam dan iman oleh Allah Swt. Di dalam Trilogi "keagamaan" yang termanifestasikan dalam Trikoda "Religiusitas" IMM kita belajar, semua bermuara dan berakhir atas kesaksian kita bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Maka, seyogyanya kita bersungguh-sungguh dan berfastabiqul khoirot dalam mempercantik diri sebagaimana Al-quran dan As-sunnah ajarkan.
Aku takjub sekali, ketika membaca salah satu buku biografi perempuan paling berpengaruh di Indonesia, terpampang nyata bahwasannya salah satu inspirasi RA. Kartini, asal mula kata "Habis Gelap Terbitlah Terang" berasal dari Al-quran surah Al-baqarah ayat 257 (مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ ). Luas biasa sekali, bukan?
So, tunggu apalagi? mari kita menjadi diri sendiri dengan gembira, yang indah akhlaknya, teduh parasnya, brilian otaknya, mantap ilmu agamanya, luas pergaulannya, dahsyat prestasinya, dan hebat kontribusinya.
BY: Immawati Aulia Ainnur Rahma

Posting Komentar untuk "Menjadi "The Perfect Muslimah" : Bismillah, Aku, Kamu, Kita Semua bisa!"