Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“Mimpi di Bawah Langit Jingga”

 

 


“Mimpi di Bawah Langit Jingga”

 

Langit senja di kota Surakarta memancarkan jingga yang menawan, seperti lukisan abstrak di atas kanvas yang luas. Di bawah langit yang indah itu, Rara, seorang mahasiswi semester akhir duduk termenung di ruang tamu kosnya. Tatapannya menerawang jauh, seakan mencari jawaban atas pertanyaan yang berkecamuk dalam benaknya.

 

Rara adalah tipikal mahasiswi yang idealis. Ia selalu bermimpi untuk membuat perubahan di dunia setelah lulus kuliah. Ia ingin menjadi aktivis yang memperjuangkan keadilan sosial dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Namun, akhir-akhir ini, keraguan mulai menggerogoti hatinya.

 

Melihat teman-temannya yang sibuk mencari pekerjaan dan berlomba-lomba meraih kesuksesan materi, Rara mulai mempertanyakan mimpinya sendiri. Apakah idealismenya masih relevan di dunia yang keras dan penuh persaingan ini? Apakah ia mampu membuat perubahan yang berarti dengan gelar sarjana yang ia perjuangkan selama bertahun-tahun?

 

Keraguan itu semakin kuat ketika Rara melihat berita-berita tentang korupsi, kemiskinan, dan ketidakadilan yang masih merajalela di masyarakat. Ia merasa frustrasi dan tak berdaya. Seolah-olah mimpinya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik hanyalah ilusi yang sia-sia.

 

Tiba-tiba, mata Rara tertuju pada sekelompok anak kecil yang sedang bermain di taman di bawah balkonnya. Anak-anak itu terlihat begitu ceria dan lepas, tanpa beban apapun di dunia. Tawa mereka yang riang bagaikan melodi yang menenangkan jiwa Rara.

 

Melihat anak-anak itu, Rara teringat kembali pada masa kecilnya. Saat itu, ia juga memiliki mimpi yang besar dan ambisius. Ia ingin menjadi pahlawan super yang menyelamatkan dunia dari segala kejahatan. Mimpi itu mungkin terdengar konyol sekarang, tapi saat itu, ia benar-benar mempercayainya.

 

Rara tersadar bahwa mimpi itu bukanlah hal yang sia-sia. Mimpi itu telah memberinya semangat dan motivasi untuk menjalani hidup. Meskipun ia mungkin tidak bisa menjadi pahlawan super yang menyelamatkan dunia, ia masih bisa membuat perubahan positif di dunia dengan cara lain.

 

Rara bangkit dari duduknya dan menghela napas dalam-dalam. Ia memutuskan untuk tidak lagi terjebak dalam keraguan. Ia akan terus mengejar mimpinya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, meskipun jalannya mungkin tidak mudah.

 

Langit senja semakin gelap, dan bintang-bintang mulai bermunculan. Rara tersenyum tipis. Ia tahu bahwa ia tidak sendirian dalam perjuangannya. Masih banyak orang di luar sana yang memiliki mimpi yang sama, dan bersama-sama, mereka bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih indah.

Posting Komentar untuk "“Mimpi di Bawah Langit Jingga” "