Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hari Pendidikan Nasional 2023: Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar


Hari Pendidikan Nasional 2023: Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar 

Pendidikan adalah elemen penting dalam kehidupan, dalam melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter, memiliki semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman. Hari pendidikan nasional menjadi momentum dalam menganalisis sudah sejauh mana peran pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Simpelnya adalah pendidikan mengarahkan individu untuk menuju kedewasaan yang berilmu dan berakhlak.

Tema hari nasional sesuai dengan program kemendikbud dengan kurikulum merdeka belajar yang sudah beroperasi pada sistem pendidikan di Indonesia saat ini. Pantas saja jika tema hari pendidikan nasional tahun ini ada kata kunci merdeka belajarnya. Penulis belum mendalam memahami dinamika kurikulum merdeka, namun pada garis besarnya yakni dengan kurikulum merdeka ini, peserta didik diberikan kebebasan dari pengekangan formalitas sistem pendidikan yang telah terjadi. 

Pernahkah bertanya kenapa kurikulum pendidikan selalu berubah? Banyak mungkin yang pro dan kontra. Ikhtiar untuk beradaptasi dengan zaman yakni dengan pengembangan, pengembangan adalah salah satu produk dari gagasan baru, evaluasi, dan inovasi zaman. Maka pendidikan terus bergerak kearah penyempurnaan pada setiap zaman. Tidak salah! Hanya saja yang perlu diusahakan yakni sosialisasi dan pelatihan kepada segenap subjek pendidikan nasional misal guru dan sekolah agar dapat berjalan dengan yang diharapkan. Inovasi merdeka belajar sudah pesat saya amati mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi.

Penulis pernah berdiskusi dengan kawan, bahwa pendidikan sekarang berjalan dengan penuh manuver, maksudnya adalah mindset that has been embedded regarding education has greatly changed this mindset with a progressive mindset and independence. Yakni usaha pemerintah untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pendidikan dan ini begitu berat dan butuh proses step by step, tentu kemendikbud telah mengusahakan hal ini. Lalu ada gagasan yang terbesit yakni mengapa pendidikan di Indonesia tidak dibuat seluruhnya berbentuk asrama, karena dengan model asrama banyak keuntungan. Dalam penghematan bahan bakar minyak pasti terminimalisir karena peserta didik tidak perlu mengeluarkan kendaraannya, pembentukan moral habbit dapat berjalan lebih baik, gangguan yang kemungkinan diterima peserta didik dari luar lebih kecil sehingga tujuan pembelajaran dapat efisien dan efektif diraih. Mungkin itu gagasan kecil yang bisa menambah kekayaan konsep.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), pembelajaran yang berkualitas adalah proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, berpartisipasi aktif serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dari idealitas proses pembelajaran sebagaimana rumusan di atas, berapa banyak satuan pendidikan yang sudah berusaha untuk mengerti dan memahaminya? Mungkin kebanyakan satuan pendidikan hanya membahas terkait kepegawaian dan kepangkatan, sementara terkait proses pembelajaran masih minim. 

Proses belajar yang bagaimana yang diharapkan dalam menerjemahkan kepada lapangan pendidikan. Mungkin sederhananya yakni diksi “menggembirakan”, sudah include unsur kreatif, inovatif, interaktif, dan aktif. Pola budaya yang akrab-demokratis mengembangkan pola interaksi yang “membebaskan”, dimana setiap warga sekolah bebas menyuarakan dan bertukar gagasan yang pada akhirnya akan diolah menjadi kebijakan sekolah. Maka sekolah yang menggembirakan adalah sekolah yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, menantang, dan inspiratif serta mengembangkan budaya sekolah yang akrab-demokratis.

Merdeka belajar dalam perangkat pembelajarannya yakni dengan memusatkan pada peserta didik dalam pencapaian dan proses. Kurikulum membebaskan guru dalam menentukan metode penyampaian materi dan pembelajaran kepada siswa, artinya disesuaikan dengan siswa yang berada pada rombel di sekolah tersebut. Tipe belajar peserta didik haruslah dianalisis terlebih dahulu dengan cermat kemudian masuk kepada penentuan metode untuk membantu peserta didik dalam belajar. Sumber belajar juga menjadi tantangan bagi guru, bagaimana guru dapat menyuguhkan sumber belajar yang tepat, tentu ada buku belajar dari kemendikbud. Namun tidak boleh hanya mengandalkan satu sumber belajar, tetap akan disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Pembahasan yang saya hadirkan pada intinya adalah sebagai warga negara pastilah harus mengupayakan bersama untuk mencapai tujuan bersama sesuai zamannya. Sebagai pendidik Islam pasti juga akan memfilter demikian. Hari pendidikan nasional harus memiliki makna sebagai pengingat kepada tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan bangsa. Setiap peserta didik memiliki potensi dan kemampuan, yang masih keliru pada sistem pendidikan dahulu adalah layaknya memaksa dan menyamaratakan peserta didik harus menguasai semua dan terpacu dengan ranking kelas, yang mana ini menjadi momok hancurnya pendidikan nasional karena kata cerdas itu tidak harus bisa semua namun kecerdasan yang haq menurut penulis adalah bagaimana dia dapat bersungguh-sungguh mendalami pada ranahnya sehingga kelak akan berguna ilmu-ilmunya dan bermanfaat untuk bangsa dan agama. Sekian terimakasih.

Pencipta : IMMawan Jermanda Ridwan Kurniaji

(Ketum IMM Abduh 2023)


Posting Komentar untuk "Hari Pendidikan Nasional 2023: Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar "