Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BUYA SYAFII MAARIF, SOSOK YANG LAYAK DIJADIKAN TELADAN


BUYA SYAFII MAARIF, SOSOK YANG LAYAK DIJADIKAN TELADAN

Sejujurnya ketika saya di minta oleh beberapa temen-temen dan juga para senior untuk menulis sebuah karya, saya sempat ragu untuk mengiyakannya. Alasannya sederhana saya belum memiliki pengalaman di dalam dunia kepenulisan dan akhirnya berkat motivasi yang terus di berikan akhirnya saya memberanikan diri untuk memulainya. Dan di dalam tulisan pertama saya ini saya tertarik dengan seorang tokoh yang sangat luar biasa, beliau bernama Buya Ahmad Syafii Maarif.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, begitu nama lengkap beliau, adalah ulama sekaligus cendekiawan muslim yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Chicago University. Tak hanya mendapatkan gelar doktor dalam ilmu sejarah, Ketika di Chicago, Buya Syafii juga secara intensif mengkaji Al-Qur’an dengan bimbingan tokoh pembaharu Islam, Fazlur Rahman. Selain berprofesi sebagai dosen, Buya Syafii pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ( 1998 – 2005 ), sekaligus salah satu pendiri Maarif Institute for Culture and Humanity, yang merupakan lembaga yang berdedikasi pada pembaharuan pemikiran islam untuk mewujudkan tatanan kemanusiaan yang berkeadilan sosial.

Beliau juga merupakan salah satu aktivis dialog antar agama dan pernah menjabat sebagai President World Conference on Religion for Peace. Berbagai penghargaan telah beliau terima. Di dunia internasional, beliau tercatat sebagai salah satu penerima Magsaysay Award pada tahun 2008 dalam kategori Peace and Internasional Understanding. Ditanah Air salah satu penghargaan terbaru adalah yang di berikan oleh Metro TV “People of The Year 2020” kategori Lifetime Achievment. Salah satu pertimbangannya adalah konsistensi dan komitmen beliau terhadap nilai kemanusiaan, keindonesiaan, dan egalitarianisme yang melewati batas-batas suku, agama, ras, dan golongan.

Beliau adalah salah satu ulama dan cendekiawan muslim yang bukan lagi milik Muhammadiyah dan umat islam saja. Menurutku, Buya adalah khazanah, kekayaan milik seluruh umat islam dan warga dunia karena komitmennya yang tinggi pada kemanusiaan. Lewat kehadirannya di ruang publik, kita bisa melihat banyak mutiara hikmah yang bersumber dari samudera ilmu, akhlak, dan pengalaman Buya sepanjang 86 tahun kehidupannya.

Dari sekian banyak mutiara hikmah yang bisa kita pelajari bersama dari Buya. Dua hal yang menurutku sangat relevan menjawab tantangan kehidupan manusia modern dewasa ini yang di ajarkan oleh buya. Dua hal itu adalah 1) gaya hidup sederhana, dan 2) sikap hidup autentik.

Hidup Sederhana

Dengan cenderung zuhud sehari-hari, Buya adalah teladan gaya hidup minimalis bagi kita semua manusia modern yang relatif awam dalam memahami tingginya derajad kesederhanaan di tradisi agama – agama. Kita mungkin jauh dari mencapai derajad zuhud, tapi kita bisa belajar dari teladan kesederhanaan Buya yang hidup minimalis. Sebuah gaya yang sangat penting di tengah merajalelanya budaya konsumerisme, dan semakin beratnya permasalahan umat manusia dan planet bumi abad 21, seperti krisis iklim, krisis sumber daya alam dan ketimpangan sosial.

Singkatnya, dalam hidup minimalis kita tidak dilarang umtuk punya rumah yang nyaman, memiliki kendaraan yang nyaman, memiliki benda benda, memiliki karir, dsb. Apapun yang di anggap penting, karena pada intinya hidup minimalis adalah membuat keputusan-keputusan terkait kepemilikan dengan pertimbangan yang penuh kesadaran untuk kemaslahatan.

Sikap Hidup Autentik

Selain kecenderungan buya yang zuhud, hal lain yang menonjol dari pribadi Buya menurutku adalah sikap hidupnya yang autentik. Autetik berasal dari kata “otentisitas” yang dalam pengertian sederhana dan popular berarti suatu keadaan dimana pilihan sikap individu dengan apa yang menjadi niatan atau keinginannya dalam hati, jiwa, dan pikiran, terlepas tekanan dari luar yang menuntuk konformitas. Sikap hidup autentik mudah di ucapkan, tapi jelas tidak mudah di praktekkan. Ia menuntut pengenalan diri, kekuatan dari dalam, dan dalam banyak hal, keberanian untuk jadi tidak popular.

Orang yang bersikap autentik biasanya seringkali dikagumi dan di puja sebagai inspirasi, tapi juga rentan di salahpahami, di hakimi secara sepihak dan dalam beberapa hal, berpotensi di benci oleh pihal lain yang ego dan kepentingannya terganggu oleh sikap hidup autentik individu tersebut.

Penulis : Bagus Nur 'Aliimu

(Ketua Bidang RPK PK IMM Abduh 2023)

Posting Komentar untuk "BUYA SYAFII MAARIF, SOSOK YANG LAYAK DIJADIKAN TELADAN"