Memahami Surat Al Fatir Ayat 1 dan 2
Memahami Surah Al-Fatir ayat 1 dan 2
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ جَاعِلِ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُوْلِيٓ أَجۡنِحَةٖ مَّثۡنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَۚ يَزِيدُ فِي ٱلۡخَلۡقِ مَا يَشَآءُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١
Ayat ini menerangkan bahwa puji dan syukur hanyalah bagi-Nya, yang telah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan ciptaan yang amat indah dan ajaib, jadi rasa syukur untuk selain Allah itu mustahil, sebagai contoh kita bisa makan nasi itu berkat siapa? Berkat ibu yang memasak? Berkat penjual beras yang menjual berasnya? Berkat petani yang menanam padi di sawahnya? Petani mendapatkan air dari mana biar tanaman padi itu subur? Dari langitkan ya? yang menggerakkan awan yang mengatur hujan itu siapa? Ya pasti akan kembali kepada Allah. Contoh lagi seorang penghafal Al-Qur`an, apakah murni atas usahanya sendiri? Jika murni atas usahanya sendiri patutlah dia berbangga diri atas dirinya sendiri, namun apakah disetiap geraknya, memori otaknya bisa terlepas dari Allah? Tidak akan bisa terlepas dari campur tangan Allah. Maka jika kita tarik seluruh aktivitas yang kita lakukan, hasil yang kita dapatkan itu atas berkat Allah subhanahuwataala. Maka segala puji selalu kepada-Nya. Dan dalam tafsir Al-Jalalain menerangkan bahwa Allah itu memuji diri-Nya sendiri dengan kalimat tersebut. Kemudian dilanjutkan, ciptaan yang belum ada sebelumnya, dan telah diatur-Nya dengan tertib dan lengkap serta sempurna, yang namanya kata menciptakan itu dari yang awalnya tidak ada menjadi ada, itulah menciptakan. Patutlah Allah itu sebagai Sang Maha Pencipta karena Dia menciptakan dengan sempurna, lengkap, dan tertib dalam proses penciptaannya. Dan juga hanya Allah yang patut sombong, mengapa tidak? Allah yang menguasai segalanya kok, yang berperan semuanya di muka bumi ini. Coba manusia, sudah berpartisipasi apa untuk bumi ini? Menciptakan alat modern? Menciptakan atau mengolah dari bahan mentah menjadi bentuk yang baru? Itu namanya membuat/mengolah bukan menciptakan dan tidak patut untuk sombong karena dirinya bisa seperti itu pasti ada campur tangan Allah. Dia juga yang telah menugaskan malaikat menyampaikan wahyu kepada para nabi-Nya, untuk menyampaikan berbagai macam urusan. Allah begitu kayanya memiliki malaikat yang tidak bisa dihitung, memiliki para nabi dan rasul untuk menyampaikan urusannya, jangan sampai disalahartikan jika Allah membutuhkan malaikat, membutuhkan nabi dan rasul. Pemahaman yang salah, karena Allah lah yang menciptakan mereka, bagaimana bisa Sang Pencipta itu membutuhkan ciptaan-Nya? Hal ini diartikan bahwa Allah itu sangat kaya dan sangat berkuasa atas malaikat dan nabi. Contoh saja seorang bos perusahaan dalam menjalankan bisnisnya apa dia bekerja sendirian tanpa ada karyawan staff dsb? Jika dia memiliki karyawan staff yang banyak menunjukkan jika dirinya itu sangat kaya dan berkuasa. Malaikat itu adalah sejenis makhluk yang mempunyai sayap yang beraneka ragam. Ada yang dua, tiga, atau empat bahkan ada yang lebih dari itu. Jadi malaikat itu memiliki sayap, ada yang punya sayap dua pasang, tiga pasang, empat pasang bahkan ada yang lebih dari itu. Dalam hadist nabi:
اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيْلَ لَيْلَةَ اْلاِسْرَاءِ فِى صُوْرَتِهِ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ بَيْنَ كُلِّ جَنَاحَيْنِ كَمَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. (رواه مسلم عن ابن مسعود)
Sesungguhnya Nabi Muhammad saw melihat Malaikat Jibril pada malam isrā’ dalam bentuk aslinya, dia mempunyai enam ratus sayap, antara dua sayapnya seperti sepanjang mata memandang ke timur dan barat. (Riwayat Muslim dari Ibnu Mas‘ūd).
Sebagai contoh pada zaman akhir ini, teknologi yang tidak akan ada batasnya. Manusia terus berinovasi melalui perkembangan globalisasi, manusia berusaha semakin mempercepat akses dari satu tempat ke tempat lain, mempercepat akses pesan, mempercepat pembuatan barang. Tercatat pada tahun 2000-an gadget masih memakai tombol fisik, pada tahun 2007 mulai ada gadget yang layar sentuh, hingga pada tahun 2012 gadget sudah full touchscreen dan pada tahun 2017 rasio layar gadget sudah menutupi bagian depan hp sehingga tidak ada tombol fisik. Juga dengan teknologi sinyal dari Edge, 2G, 3G, 4G, hingga yang terakhir 5G. Membuktikan bahwa ilmu Allah itu tidak akan pernah habis dan terus berkembang. Allah menciptakan sesuai dengan kehendak-Nya. Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢
Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa pemberian atau penahanan suatu rahmat termasuk dalam kekuasaan-Nya. Jadi suatu rahmat yang Allah berikan, rahmat yang Allah tahan merupakan wilayah kehendak-Nya, dan makhluk tidak memiliki kekuasaan itu. Apabila Dia menganugerahkan suatu rahmat kepada manusia, tidak seorang pun dapat menahan dan menghalangi-Nya. Dalam tafsir Al-Jalalain “rahmat” disini diartikan sebagai hujan. Ya, bahwa hujan yang turun itu atas kehendak Allah dan tidak ada seorang pun yang bisa menahan agar tidak turun. Jika sudah wancinya hujan ya akan hujan. Era modern ini “rahmat” juga bisa diartikan sebagai teknologi, siapa yang bisa menahan perkembangan teknologi? Perkembangan pesat teknologi sudah mengalir disetiap bidang kehidupan manusia, bidang kedokteran, bidang ekonomi, bidang infrastruktur, dan lain sebagainya sudah full menggunakan teknologi yang mutakhir nan modern. Begitu pula sebaliknya, apabila Dia menahan dan menutup sesuatu rahmat dan belum diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka tiada seorang pun bisa membuka dan memberikannya, karena semua urusan di tangan-Nya. Siapa yang bisa melepaskan hujan dikala musim kemarau melanda? Tidak ada seorang pun yang bisa. Siapa yang bisa memberikan kesembuhan kepada orang sakit setelah sekian lamanya? Dan buah yang masih menempel di tangkai siapakah yang bisa menghendaki buah itu jatuh dari pohonnya? Maka Allah berkehendak dalam setiap sisi baik yang terkecil sampai terbesar. Dia Maha Perkasa berbuat menurut kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Allah itu selain berkehendak juga memiliki kebijaksanaan, inilah hebatnya Allah, Dia berkehendak dengan sangat bijaksana, hujan yang Dia turunkan baik lebat atau tidak curahnya semuanya memiliki hikmahnya. Juga Allah dalam menurunkan rahmat kepada manusia itu secara perlahan-lahan tidak langsung semunya, karena Allah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh makhluknya. Contohnya Allah memberikan kekayaan kepada si-A tidak kepada si-B. Karena Allah tau jika kekayaan diberikan si-B dia akan menjadi orang yang sombong dan foya-foya. Oleh karena itu, kita harus selalu mengahap Allah melalui ibadah untuk mencapai cita-cita kita, dan senantiasa dengan bertawakal kepada-Nya, begitu pula di dalam usaha mencapai tujuan dan maksud yang diridai-Nya. Sejalan dengan ini, Allah berfirman:
وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. (Yūnus/10: 107).
Penulis: Jermanda Ridwan Kurniaji
(Ketua Umum PK IMM Muh abduh)

Posting Komentar untuk "Memahami Surat Al Fatir Ayat 1 dan 2"