Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menikmati Masa Muda

MENIKMATI MASA MUDA

Masa muda adalah masa pencarian jati diri, pembuktian eksistensi diri, mencari perhatian, semangat serta memiliki nafsu yang tinggi. Namun, di balik kegairahan ini, harus ada kehati-hatian agar tuntunan syariat Islam tidak menjadi berlebihan. Hal tersebut sangat memprihatinkan dan menakutkan bagi remaja masa kini, mulai dari gaya hidup, pergaulan dan perilaku. Dari ketiga hal tersebut,  banyak orang menggambarkan betapa moralitas yang ada di masyarakat sekitar dan gaya hidup. Sebagian besar remaja saat ini  menyalahgunakan gaya hidup mereka dan menggunakan model barat. Terutama kaum muda yang tinggal di perkotaan. Anak muda zaman sekarang selalu menghubungkan kehidupannya dengan teknologi. Sehingga, anak muda dengan mudah meniru gaya hidup  orang lain dan melakukan prank yang diawali dengan kata coba-coba. Sejak masa ini, banyak faktor yang menjerumuskan anak muda ke dalam hal-hal yang buruk, antara lain pengaruh teman, ketidakpedulian terhadap sesama manusia, lingkungan yang toxic bahkan dari keluarga sendiri. Selama ini peran keluarga sangat penting untuk mengasuh, mendidik dan membimbing anak dalam kegiatan di setiap masing-masing anak.

Masa muda adalah masa yang memiliki berprestasi, baik berprestasi di akademik maupun non akademik. Mereka ingin tahu apa yang terbaik untuk masa depan mereka. Namun di sisi lain, mereka ingin menikmati masa depan mereka. Tetapi mereka juga perlu menentukan prinsip dan strategi untuk masa depan. Tujuan besar seseorang ditetapkan di masa mudanya dan aspirasi tertinggi seseorang ditetapkan pada usia ini. Oleh karena itu masa muda tidak boleh disia-siakan dan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Ajaran Islam menekankan pada pemanfaatan masa muda yang baik yang merupakan masa keemasan kehidupan manusia. Ajaran Islam inilah yang menghargai salah satu kualitas pemuda, yaitu kesiapan  menerima spiritualitas dan kesempurnaan dalam hidupnya. Pemuda ini memiliki hati yang  siap  menerima hakikat kebenaran dan jauh dari berbagai kecanduan duniawi. Banyak cerita sejarah yang menunjukkan bahwa kebanyakan orang mencapai puncak yang tinggi,  karena mereka menggunakan kekuatan pemuda untuk menggerakkan semua lapisan mereka. Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perkembangan mental dan spiritual manusia adalah melakukan ibadah dan pergaulan dengan berbagai sumber  kesempurnaan. Indahnya ibadah ini adalah manusia memiliki  hubungan yang erat dengan Allah SWT sebagai pencipta seluruh alam semesta ini. Kedewasaan karakter manusia berkembang sejak masa muda  dan membangkitkan berbagai kecenderungan  nafsu pada manusia, sehingga kaum muda tidak menggunakan potensi pikiran dan pengendalian diri mereka.

Kaum muda menyembunyikan potensi berpikirnya dari berbagai kecenderungan tersebut. Dalam kitab “Qabus Nameh”, Anushiruan Saraf Al-Ma’ali berpesan kepada anaknya: “Wahai anakku, pergunakanlah selalu masa tuamu akalmu dan kepribadianmu !!!. Gunakan potensi Anda sebagaimana bakat Anda yang digunakan di masa muda Anda. Karena di usia tua Anda lemah. Di masa mudamu, jangan pernah lupakan Allah SWT dan ingat kematian! Karena kematian tidak tua dan tidak muda! Hati-hati, jangan sombong di masa mudamu! Ingatlah Tuhan dalam segala situasi, takut mati…” Masa muda ini harus tetap memiliki kesan yang berharga, meski sekarang harus di rumah, belajar sendiri di rumah. Masa muda tidak boleh kalah. Anak muda harus bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang positif seperti menyelesaikan tugas, diskusi bersama, mengikuti pengajian dan masih banyak lagi kegiatan positif lainnya. Selain menghiasi waktu luangnya, anak muda juga harus mengembangkan kecintaannya pada kreativitas dan inovasi, mulai dari desain, melukis, membaca, dan YouTuber. Kesuksesan tentu tidak semudah mengembalikan telapak tangan. 


Penulis: Eka Nur Mistiawati
(Kader PK IMM Muh Abduh)

Posting Komentar untuk "Menikmati Masa Muda"