🌔 IBNU THUFAIL; SANG FILSUF ISLAM
🌔 *IBNU THUFAIL; SANG FILSUF ISLAM*
☪️ Nama lengkap *Ibnu Thufail ialah Abu Bakar Ibnu Abd al-Malik Ibn Muhammad Ibnu Thufail* أبو بكر بن عبد الملك بن محمد بن طفيل القيسي الأندلسي. Dalam bahasa latin Ibnu Thufail populer dengan sebutan Abubacer. Ia lahir di lembah Asy di Cadix-sebuah lembah yang subur- terletak 16 Km. dari Granada, Spanyol pada tahun 506 H/1110M. Karena dia berdarah keturunan suku Qisy-nama suku arab yang terkenal dan terkemuka, maka wajar ia sangat mudah mendapatkan fasilitas belajar. Sisi lain ia memiliki semangat yang luar biasa untuk bermujahadah dalam menuntut ilmu mengantarkannya menjadi ilmuan-sebagaimana lazimnya filosof pada masa itu yang meliputi kedokteran, matematika, astronomi dan filsafat, bahkan menjadi penyair yang sangat terkenal pada masa Dinasti Muwahhidun yang kala itu menguasai Spanyol. Menurut Ibnu al-Khatib, Ibn Thufail mempelajari kedokteran dan filsafat di Granada, Seville dan Cordova.
Sejarah mencatat bahwa Ibnu Thufail bersama muridnya Ibnu Rusyd sering berbincang, berdebat dan saling evaluasi seputar masalah-masalah kedokteran dan filsafat. Evaluasi dan perdebatan mereka yang khusus membicarakan tentang kedokteran kemudian dicatat oleh Ibnu Tufail dalam karyanya “مراجعات ومباحث” (Muraja’at wa Mabahits atau Revisi-revisi dan pembahasan). Lalu catatan ini oleh Ibnu Rusyd dimasukkan menjadi bagian dari salah satu karangannya, “الكليات” (al-Kulliyyat). Karya kedokteran lain dari Ibnu Thufail yang masih bisa dinikmati adalah “الأرجوزة في الطب” (Arjuzah fi at-Thib) sepanjang 7700 bait, sekarang masih tersimpan di perpustakaan Jami’ al-Qarawiyyin Fes, Maroko masih dalam bentuk manuskrip.
☪️ Selain mumpuni di bidang kedokteran, Ibnu Tufail juga merupakan master bidang astronomi. Teori-teori briliannya di bidang ilmu perbintangan secara ringkas dilukiskan oleh Lyon Goteh, seorang orientalis Perancis. Lyon mengatakan bahwa walaupun tidak ditemukan tulisan-tulisan Ibnu Tufail di bidang astronomi, namun diketahui bahwa dia tidak setuju dengan teori sistem jagat raya yang diletakkan Batlimus. Bahkan menurut penelitiannya, Ibnu Tufail telah memiliki teori baru. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Ibn Rusyd bahwa Ibnu Thufail memiliki teori-teori sensasional sekitar sistem jagat raya dan dasar-dasar perputarannya.
Sebenarnya Ibnu Thufail lebih gemar merenung dari pada menulis. Karena itu tidak heran kalau hasil karyanya sedikit. Namun berdasarkan buku-buku biografinya menunjukkan bahwa banyak karangan Ibnu Thufail yang menyangkut masalah filsafat, matematika, fisika, kejiwaan disamping risalah-risalah yang ditulis yang diwariskan kepada Ibnu Rusyd. *Tapi yang sampai kepada kita hanya Hayy Ibnu Yaqzhan (Roman Fhilosophy), yang merupakan intisari dari pemikiran Ibnu Thufail.* Judul lengkapnya adalah Risalah Hayy Ibnu Yaqzan Fi Asrar Al-Hikmah Al-Masyriqiyyah. Satu manuskrip di perpustakaan Escurial yang berjudul Asrar AL-Hikmah Al-Masyriqiyyah (Rahasia-rahasia Ketimuran) itu hanyalah ringkasan dari buku Hayy Ibnu Yaqzhan.
Menurut Montgomeri Watt, buku inilah yang mungkin merupakan karya filsafat dalam bahasa arab yang paling menarik. Selain diakui sebagai roman filsafat religius-ilmiyah, dia juga menggambarkan kisah bahwa manusia sanggup mengenal Allah, berhubungan dengan-Nya dan berkhidmad kepada-Nya tanpa mendapatkan wahyu dan guru. Maka wajar para peneliti barat banyak menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa lain karena menarik untuk dikaji. Bahkan Edward Bacon menerjemahkan buku ini kedalam bahasa Latin yang disertai dengan teks arabnya di Oxford pada tahun 1671 M dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Eropa lainnya.
Tidak sekedar itu, pada tahun 1674 M, George Kieth ikut menerjemahkan buku tersebut dalam bahasa Inggris. Tahun 1686 M, buku itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris kembali oleh George Ashwell. Selanjutnya oleh Simon Ockey pada tahun 1708 M. Dan setelah 11 tahun dari penerjemahan yang terakhir itu, Daniel Defoe mengeluarkan kisah karangannya yang bernama Robinson Crusoe yang diambil dari kisah Hayy Ibn Yaqzham.
Sebenarnya banyak buku yang sudah dikarang oleh Ibnu Thufail. Namun buku-buku tersebut diperkirakan hilang pada saat terjadinya peperangan di daratan Maghrib, yaitu penyerangan dan kemenangan Dinasti Muriniyah (Marinith), yang merupakan sebuah koalisi beberapa kelompok suku Barbar, atas Daulah Muwahhidun antara tahun 1249 dan 1274. kemungkinan besar juga hilang karena perebutan kota Ceuta tahun 1415 dan Pesisir Maroko tahun 1471 oleh Portugis. Akan tetapi menurut Ibnu Khatib, ada dua buku tentang kedokteran yang dapat dikatakan merupakan karya Ibnu Thufail, setidaknya ditulis oleh dua orang muridnya yang dipersembahkan kepada Ibnu Thufail, yaitu Al-Bithruji yang mengarang Kitab Al-Hai’ah dan karya Ibnu Rusyd yang berjudul Fi al-Buqa’ al-Maskunah sa al-Ghair al-Maskunah.
*---------------------*
🌔 *MAKSUD LEBIH BAIK DARI SERIBU BULAN*
Bagaimana dengan maksud *Malam Qadar lebih baik dari seribu bulan* sebagaimana dikemukakan dalam ayat di atas? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kami akan mengacu kepada penjelasan para ahli tafsir. Menurut mereka, Malam Qadar lebih baik dari seribu bulan ialah amal kebajikan yang dikerjakan pada Malam Qadar lebih baik daripada amal kebajikan yang dilakukan selama seribu bulan yang di dalamnya tidak adalam Malam Qadar. Termasuk di dalamnya adalah ibadah puasa dan shalat tarawih, bersedekah dan ibadah-ibadah lainnya.
قَالَ كَثِيرٌ مِنَ الْمُفَسِّرِينَ: أَيْ العَمَلُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ فيِ أَلْفِ شَهْرٍ لَيْسَ فِيهَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Artinya, _“Mayoritas ahli tafsir menyatakan bahwa maksud Malam Qadar lebih baik dari seribu bulan adalah bahwa amal kebajikan di dalamnya lebih baik dari amal kebajikan selama seribu bulan yang di dalamnnya tidak ada Malam Qadar."_
(al-Jami’ li Ahkamil Qur`an)
*---------------------*
👤 *INSAN KAMIL*
_Insan kamil adalah representasi dari citra ketuhanan._ Kelembutan hatinya, kasih sayang terhadap umat dan keluarganya, keteladanannya yang tak pernah padam menyinari alam semesta, keteguhannya beribadah sepanjang waktu, pengorbanan dan keberaniannya menegakkan keadilan dan agama Allah, senyumnya yang menundukkan keangkuhan, keberadaannya yang selalu dirindukan, semua pujian atas kebaikan dan kemuliaan akhlaknya pantas disandang oleh Nabi Muhammad saw.
Konsep insan kamil yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah dengan *bertaqwa menghambakan diri kepada Allah SwT.* Ibadah puasa bulan Ramadhan yang telah dijalankan selama sebulan diharapkan dapat mendidik orang-orang mukmin menjadi insan-insan kamil yang disiplin dan jujur yang nantinya akan meraih gelar muttaqin. Maka puasa bulan Ramadhan yang telah usai semoga menjadi pendidik bagi orang-orang mukmin. “Jujur dan disiplin akan melahirkan manusia-manusia sukses.
✍🏻 #Kalam Iktikaf Edisi 05
#TKKAbduh
Nuun wal qalami wa maa yasythuruun
Posting Komentar untuk " 🌔 IBNU THUFAIL; SANG FILSUF ISLAM"