Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"Follow Up DAD", PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS Adakan Diskusi Gerakan Mahasiswa di Indonesia

"Follow Up DAD", PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS
Adakan Diskusi Gerakan Mahasiswa di Indonesia



SUKOHARJO. Pimpinan Komisariat IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan diskusi follow up DAD pada hari Selasa (19/04). Diskusi follow Up DAD ini merupakan kegiatan wajib bagi para kader PK IMM Muhammad Abduh sebagai tindak lanjut dari kegiatan Darul Arqam Dasar yang telah dilaksanakan pada tanggal 02-05 Desember 2021.


Diskusi yang mengusung tema “Meredupnya Gerakan Mahasiswa di Indonesia” ini diisi oleh IMMawati Fatihah Zakiyah.A sebagai pemateri ke-1, IMMawati Novi Novita.R sebagai pemateri ke-2, IMMawan Irfan Maulana sebagai pemateri ke-3, IMMawan Bagus Nur 'Aliimu sebagai pemateri ke-4 dan IMMawati Annisa Rehani sebagai moderator. Kegiatan yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh para kader dan pimpinan IMM Muhammad Abduh, IMMawan Agus Budi Laksono selaku instruktur sekaligus sebagai pengantar pada kegiatan diskusi tersebut.


IMMawan Agus dalam pengantarnya menyampaikan alasan kenapa diskusi pada kali ini mengangkat tema gerakan mahasiswa, karena kita selaku kader Muhammadiyah khususnya kader IMM harus paham terkait tupoksi dari mahasiswa dan memahami peranan mahasiswa serta sebagai mahasiswa harus paham tentang pergerakan mahasiswa, bagaimana mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat melakukan aksi-aksi demonstrasi ketika pemerintah menghadirkan kebijakan-kebijakan yang sekiranya tidak pro terhadap rakyat itu sendiri.


Materi pertama disampaikan oleh IMMawati Fatihah Zakiyah, dalam pemaparannya Tika menyampaikan pengertian dari gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa di indonesia adalah kegiatan mahasiswa yang ada didalam maupun diluar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat didalamnya.


Pemaparan materi dilanjutkan oleh pemateri ke-2, yaitu IMMawati Novi Novita tentang sejarah gerakan mahasiswa di indonesia. Gerakan mahasiswa di indonesia berawal dari tahun 1908 hingga melebar di era reformasi dan hingga saat ini masih kita rasakan. Gerakan mahasiswa pada tahun 1908 bernama Budi Utomo sebagai wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern, bertujuan untuk menjamin kehidupan bangsa yang terhormat. Gerakan ini didirikan di jakarta, 20 Mei 1908. Gerakan mahasiswa dengan nama Perhimpunan Indonesia (1922), Kelompok Studi Indonesia (1924), Kelompok Studi Umum (1925), Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia PPPI (1926), Sumpah Pemuda (1928), Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (1966).


Kemudian materi dilanjutkan oleh pemateri ke-3, yaitu IMMawan Irfan Maulana melanjutkan dari pemateri sebelumnya, bahwa pergerakan mahasiswa tidak hanya berhenti pada tahun 1966 namun berlanjut dengan tahun yang sama dibentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), kemudian Angkatan 66 dimana para Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan mendirikan Orde Baru. Gerakan ini juga merupakan awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. Pada tahun berikutnya ada Mahasiswa Menggugat (1974), Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (1990) pada tahun 1998, kembali muncul gerakan mahasiswa dan menuntut untuk reformasi dan berhasil menggulingkan kepemimpinan Soeharto. Dan pada tahun setelah reformasi masih berlanjut gerakan-gerakan mahasiswa di Indonesia meskipun dengan masa yang tidak sebanyak era orde baru.


Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terakhir yang disampaikan oleh IMMawan Bagus Nur 'Aliimu, tentang meredupnya gerakan mahasiswa disinyalir karena banyak cendekiawan yang tidak peka terhadap persoalan kebangsaan serta faktor para petinggi OKP yang diberikan jabatan, sehingga melemahkan mahasiswa itu sendiri. Ucap IMMawan Bagus Nur 'Aliimu.


Setelah sesi pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dimana peserta cukup antusias dalam bertanya terkait pergerakan mahasiswa.


Harapan kedepannya semoga diskusi seperti ini tidak hanya dilakukan secara daring namun bisa dilakukan secara luring dan juga kepada pemateri lebih aktif dan bisa mendalami materi. Ucap IMMawan Zulfikar selaku peserta diskusi.


Setelah Setelah tanya jawab selesai, Diskusi ditutup dengan foto bersama (dokumentasi) yang dipandu oleh moderator.


Reporter    : Anisa Fadilah

Editor         Muhammad Irjan Usman 

Posting Komentar untuk ""Follow Up DAD", PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS Adakan Diskusi Gerakan Mahasiswa di Indonesia"