Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sholat Shubuh, Masih Beratkah?

Sumber : pinterest.com

    Islam menempatkan ibadah shalat pada posisi yang sangat tinggi, misalnya saja posisi shalat dalam Rukun Islam, Rukun Islam ada lima, yaitu: syahadat (Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul dan utusan Allah), shalat, puasa, zakat dan naik haji ketanah suci, dilihat dari rukun Islam tersebut, shalat menempati posisi kedua setelah syahadat. Artinya, jika sesorang telah menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah mengerjakan rukun Islam yang kedua, yaitu shalat. Kedudukan shalat lima waktu dalam agama Islam adalah ibarat tiang penopang dari suatu kubah atau kemah. Tiang penopang yang dimaksud di sini adalah tiang utama. Artinya, jika tiang utama ini roboh, maka tentu suatu kubah atau kemah akan roboh. Namun kebanyakan diantara kita terlena dalam aktivitas duniawi sehingga terasa berat dalam menjalankan shalat, terlebih sholat subuh, sebagian ummat terlena oleh malam yang panjang sehingga terasa berat untuk bangun dan mendirikan shalat, banyak yang tak menyadari ada nilai religi dan filosofi yang kuat dalam pelaksanaan shalat subuh. Jika kita urai benang permasalahannya, akan lebih rumit. 

    Pemahaman dan kesadaran mayoritas masyarakat masih lemah, Dengan berbagai alasan akhirnya menjalankan shalat subuh dirumah dan bahkan teranaktirikan oleh kepentingan duniawi, tentunya karena bisikan syetan, Naudzubillah Shalat subuh memiliki kekuatan yang luar biasa, pahala yang dijanjikan Allah dalam shalat subuh dan aktivitas lain yang dikerjakan sebelum dan sesudahnya begitu besar. Wajar, karena shalat subuh dikerjakan pada waktu yang teristimewa yaitu sepertiga malam terakhir dan waktu fajar. Dampak sosial yang timbul dari pelaksanaan shalat subuh pun tak bisa dipandang sebelah mata. Pelaksanaannya yang tepat waktu akan mendorong peningkatan aktivitas sehari seorang muslim. 

Keutamaan Sholat Shubuh 
Keutamaan sholat subuh melimpah ruah baik dari segi religious maupun dari segi kesehatan. Keutamaan sholat subuh dalam segi religius seperti halnya disaksikan oleh para malaikat, dilapangkan rezekinya, menjadi salah satu penyebab masuk ke surga, penghalang masuk neraka, sumber cahaya pada hari kiamat, dan masih banyak lagi. Keutamaan tersebut tidak semerta-merta langsung didapatkan dengan bersantai-santai, namun tentunya ibadah sholat subuh harus dilaksanakan dengan ikhlas, khusyuk, dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Keutamaan sholat subuh dari segi kesehatan yakni mampu mengurangi kecenderungan gejala kardiovaskular, dimana sirkulasi darah terganggu akibat adanya peningkatan hormon adrenalin yang juga menimbulkan peningkatan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah karena terjadinya agregasi trombosit. Selain itu gerakan-gerakan pada sholat dapat disebut sebagai salah satu bentuk olahraga fisik karena mampu melancarkan peredaran darah, memperbaiki kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang, sebagai bentuk latihan pada organ pencernaan sehingga dapat berfungsi dengan baik dan sebagainya. 

Studi Kasus Kelalaian Sholat Shubuh 
Sholat Shubuh kesiangan terus dan bagaimana hukumnya menurut pandangan syariat? Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

        "Sholat adalah tiangnya agama" (HR at-Tirmidzi). 

Dari sabda Rasulullah di atas bahwa sholat adalah hal yang paling urgent dan nantinya di hari kiamat akan menjadi amalan pertama yang di hisab, lalu bagaimana bila seseorang lalai dalam sholat dan mengerjakannya di waktu yang berbeda? Dalam studi kasus ini kita akan membahas sedikit tentang kelalaian jika seseorang bangun kesiangan dan terlewat waktu untuk sholat subuh. Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mewajibkan sholat dalam setiap keadaan. Tidak gugur meski saat keadaan genting sekalipun, seperti saat perang, sakit, perjalanan, jauh dan lain sebagainya. Meski ada keringanan dalam hal syarat dan jumlah rakaatnya namun jika menggugurkan kewajiban sholat secara keseluruhan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap memerintahkan kepada orang yang lupa atau tertidur saat waktu sholat untuk meng-qada (menggantinya) saat ia ingat. Beberapa kasus kelalaian seseorang dalam melaksanakan sholat subuh disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: seseorang yang tidur saat akan dikumandangkannya adzan sholat subuh (mendekati waktu subuh), seseorang terlalu lelah dengan pekerjaannya sehingga membuat seseorang susah bangun di waktu subuh, selain itu juga karena masih ada beberapa orang yang meremehkan ketepatan waktu dalam melaksanakan sholat kemudian memilik untuh mengundur/menunda pelaksanaanya, dan hal tersebutlah yang menyebabkan seseorang menjadi malas atau terkadang lupa untuk melaksanakan sholat subuh secara tepat waktu. Dari pemaparan diatas beberapa kasus yang sering terjadi oleh umat Islam dalam melaksanakan sholat subuh. Maka selayaknya kita umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jika harus mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh beliau. 

Faktor-Faktor Penyebab Lalai dalam Sholat Shubuh 
Faktor penyebab lalainya masyarakat dalam menunaikan sholat subuh adalah sebagai berikut: 
    
    1. Rendahnya kesadaran umat, jamaah, atau masyarakat. Tak jarang kita semua mendapatkan motivasi dari ta’mir/ustadz kyai supaya istiqomah dalam menjalankan sholat subuh dengan simpulan dari dalil Al-Qur’an-sunnah Rasul, pendapat para sahabat, serta para ulama’, namun pada kenyataannya di lingkungan maasyarakat jama’ah sholat subuhnya terhitung kurang dari 20 jama’ah, baik laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya kesadaran umat islam dalam sholat subuh berjama’ah. Di samping itu, ternyata umat Islam masih banyak yang lemah imannya, sehingga meskipun mendengar seruan adzan subuh, mereka yang lokasi rumahnya bedekatan dengan masjid, mereka masi kurang kesadarannya untuk berjama’ah di masjid. Namun karena situasi sekarang sedang pandemi maka hal tersebut mungkin masih bisa dipertimbangkan. Karena untuk menjaga diri satu sama lain. 
    2. Belum dapat hidayah Allah Memang tidak semua orang mau diberi hidayah, orang-orang yang menutup diri, dan sombong tidak akan pernah dapat hidayah dari Allah SWT. Meskipun demikian apabila Allah menghendaki seseorang mendapat hidayah, maka tidak ada seorangpun yang dapat mengalanginya. 

Solusi atau Cara Mengatasi Kelalain 
Allah SWT menciptakan manusia untuk taat dan beribadah kepada-Nya. Bahkan, jin pun diciptakan juga untuk taat kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zariyat ayat 56: 


 وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ 
Wa Maa Khalaqtul Jinna Wal Insa Illaa Liya'buduun 
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." 

Tetapi, sebagai manusia sepertinya selalu saja untuk malas melakukan sesuatu, termasuk menjalankan ibadah sholat. Penyakit malas yang sangat merugikan ini tentu harus dibuang jauh-jauh. Untuk itu, dilansir dari beberapa sumber, beberapa cara untuk mengatasi kelalaian dalam sholat, terutama sholat shubuh, yaitu : 
    
    1. Selalu mengingat akhirat Percayalah, hidup di dunia ini hanya sementara, tidak ada yang kekal selain Allah SWT. Kalian boleh saja bersenang-senang hidup di dunia, tapi kalian juga mesti ingat bahwa semua yang diperbuat selama di dunia akan dipertanggungjawabkan sebagai amal perbuatan yang akan mengantarmu ke surga atau neraka. Sehingga, cara yang tepat agar di akhirat kelak mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, jangan pernah lupakan sholat wajib dan amalan-amalan baiknya, ya. 
    2. Perbanyak beristighfar Rasa malas bisa datang kapan saja, makanya jika kalian sering mengucapkan istighfar bisa menghilangkan rasa malas tersebut.

        "Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali." 
        (HR. Muslim).
 
    3. Menjauhi hal negatif Agar tidak malas untuk beribadah, coba hindari hal-hal yang bernilai negatif atau tidak baik untuk diri sendiri. Perbanyaklah untuk melakukan hal-hal positif yang bisa membuat kalian semangat beribadah. 
    4. Berteman dengan ahli ibadah Hal berikutnya yang bisa mengurangi rasa malam beribadah yaitu mendekatkan atau bergaul dengan orang-orang yang ahli ibadah. Jelas, hal ini membantu kalian untuk meningkatkan amal ibadah. Semakin banyak teman yang memiliki sifat rajin beribadah, makan akan mudah pula bagi kita mengikuti kebiasaan tersebut. 
    5. Memahami konsep waktu Kenapa sih kita tidak boleh menunda ibadah apalagi karna malas? Karena tidak ada yang bisa menjamin hal paling misteri di muka bumi, yakni waktu. 

        Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu. (HR. Imam Bukhari) 

    Makanya, kita perlu memahami konsep waktu dengan baik, karena tidak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput. Kelima tips dan cara di atas bisa coba kita terapkan supaya kita bisa lebih bersemangat untuk beribadah yang nantinya akan menjadi bekal pahala kita di akhirat kelak. 

    Kesimpulannya sholat merupakan salah satu dari rukun Islam. Dengan kita sebagai umat muslim yang taat beragama tentunya perlu mengamalkan rukun-rukun Islam disertai dengan rukun-rukun Iman. Hal inilah yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan. Perintah sholat sudah banyak tertulis di Al Qur’an maupun Al-Hadits, tetapi kita sebagai kaum muslimin terkadang bahkan sering melalaikan sholat, amalan pertama yang dihisab ketika yaumul akhir nanti. Kelalaian ini yang menjadi celah besar bagi kita dalam mendapatkan ridho Allah SWT. Maka kita sebagai umat muslim perlu untuk memperbaiki diri, mengevaluasi diri serta muhasabah diri untuk melihat kesalahan, keluputan dan kelalaian yang sudah kita perbuat agar tidak terjadi kedua kalinya di kemudian hari Termasuk perihal shalat subuh, yanga mana kerap kali menjadi permasalahan bagi para muslim karena tidak jarang yang masi lalai melaksanakannya dengan tepat waktu, padahal shalat subuh adalah shalat pembuka, yang tentunya akan mempengaruhi aktivitas kita di hari tersebut. Jika kita sudah membuka hari dengan cara yang baik maka kebaikan-kebaikan yang lain pun akan turut menyertai. 

Ditulis oleh : Santi Widyaningsih, dkk.

Posting Komentar untuk "Sholat Shubuh, Masih Beratkah?"