Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Integrasi Perkaderan untuk Revitalisasi Ideology IMM



Integrasi Perkaderan untuk Revitalisasi Ideology IMM

Ontology perkaderan
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  telah menjadi nama istimewa bagi  kalangan akademisi islam di kalangan mahasisiwa. Sebagai mahasisiwa pergerakan, kader IMM menyandang sebuah gelar IMMawan dan IMMawati yang mendukung cita- cita luhur Muhammadiyah dalam  mengusahakan masyarakat islam yang sebenar-benarnya,  merahnya almameter yang dikenakan sebagai simbol keberanian dan perjuangan, melalui spirit  fastabiqul khoirot”  yang selalu digaungkan  pada setiap pembicaraan ikatan menjadi amanat pengabdian kader Ikatan untuk terus berlomba dalam kebaikan. Namun, menjadi kader Muhammadiyah tidak sekedar sematan nama  dalam struktural organisasi. Menjadi  kader adalah memberikan arah peradaban baru  dalam meneguhkan perjuangan persyarikatan, pandangan  banyak orang dengan merahnya armameter yang dikenakan sebagai symbol historis gerakan pemuda muhamadiyah dalam mengusahakan regenerasi cendekiwan dan civitas  penerus perjuangan Muhammadiyah.
Banyaknya  jumlah kader IMM  PK. Muhammad Abduh patut menjadi keunggulan  komisariat, setiap tahunnya jumlah kader mengalami peningkatan secara signifikan namun disisi lain hal itu justru  menjadi  probematika yang berkelanjutan  dalam perkaderan. Jumlah yang banyak ini  sebaliknya mengalami penurunan dalam regenerasi kepemimpinan dengan  adanya seleksi alam yang melemahkan ghirahnya dalam ber IMM,  kurangnya loyalitas kader terhadap ikatan menjadi salah satu faktor permasalahan.
Pentingnya Pola perkaderan yang Ideal
Muhammadiyah dengan semboyannya memajukan Indonesia mencerahkan alam semesta  dalam tema Muhtamar muhammadiyah dan aisyiah tahun ini membawa sebuah misi besar dan universal . “Muhamadiyah telah terlanjur besar, UMS telah diwacanakan sebagai pusat kaderisasi persyarikatan”.  Demikian nasihat yang disampaikan oleh ibunda  Dra Mahasri shobahiya M.Ag  Kabag Kaderisasi dan Dakwah Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam sosialisasi persiapan Penyusunan RAPBI Univiersitas.  Penulis mengambil kesimpulan dari pengarahan  beliau tentang pentingnya regenerasi dalam  sebuah ikatan sebagai agent dan eksponen  penerus cita- cita  persyarikatan. Muhamadiyah  tidak hanya menyiapkan kader dengan kualitas yang yang unggul  namun lebih dari pada itu  peningkatan kuantitas secara signifikan adalah harapan besar bagi Muhamadiyah dalam mengekplorasi kader- kader nya ke berbagai wilayah dan daerahnya masing- masing.
Dinamika dan pola Perkaderan dalam ikatan merupakan suatu hal yang esensial, yang akan menjadi  identitas dan keunikan dalam setiap perkaderan ikatan, perkaderan yang baik akan mampu memproyeksikan generasi yang baik pula dengan kecintaan dan totalitas terhadap persyarikata yang  anggun dalam moral serta unggul dalam Intelektual.  secara Etimologis kata  kader berasal dari Bahasa yunani   “cadre” yang yang  berarti bingkai. Adapun Secara terminology, kader merupakan orang  inti dan terpilih yang akan menjadi tulang punggung dan penerus  sebuah  organisasi. Ibarat  organisasi  adalah  wadah  dari bagian organ penting yang  diibaratkan tubuh sedangkan kader merupakan bagian inti dari tubuh ibarat darah yang mengalir  di seluruh anggota tubuh yang memiliki  andil dan peran penting  untuk menghidupkan oerganisasi. Perkaderan di IMM mengarahkan pada kader yang mampu berkembang sesuai dengan spesifikasi profesinya secara kritis tekun dinamis dan utuh sehingga tertanamnya nilai- nilai sosial dalam kemandirian kader, kader dapat berdiri dengan idealisme yang utuh dan mampu tampil dengan membawa nilai-nilai keislaman dan kemuhamadiyahan. Perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM)  M. Abduh  adalah perkaderan variatif, dengan membawa nilai- nilai kultural dalam perkaderan ikatan.   Sebagai IMM   muhamad Abduh  yang  eksistensinya  di fakuktas agama Islam telah menjadi icon keislaman dengan  corak berpikir  yang mengedepankan nilai- nilai  ajaran Agama islam, maka IMM harus tampil sebagai representasi keislaman  yang menjujung tinggi akhlakul karimah sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam. Dalam menginternalisasi dan mendidekasikan  ideology dibutuhkan eksponen yang memiliki loyalitas serta totalitas  terhadap ikatan sebagai instrument  awal dalam merealisasikannya , perwujudan kader militant tidak lepas dari pendekatan pimpinan kepada kader,  secara general  pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan secara  kultural.
Pendekataan kader adalah perihal yang cukup dilematis dan kursial,dibutuhkan metode pendekatan yang akurat dan sesuai , dengan pendekatan yang sesuai akan mampu melahirkan kader yang memiliki spirit dan intesitas tinggi dalam berorganisasi dengan demikian kolaborasi akan terbangun dan sinergisitas pimpinan dan kader dapat terjaga.
Metode kultural
Metode kultural sudah menjadi sebuah istilah ikatan yaitu dengan mengedepankan nilai-nilai kultural yang ada pada  masing-masing  kader, kesamaan karakter, kebiasaan dan hobi dapat disalurkan melalui seni Budaya dan Olahraga (SBO). Metode pendekatan secara  kultural mempunyai implikasi yang baik  untuk  mendukung perkaderan ikatan dimana seluruh pimpinan mempunyai tanggung jawab dalam melakukan pendekatan ini, sehingga antara pimpinan dan kader dapat terbangun hubungan emosional, kolaborasi dan sinergisitas juga mengurangi  adanya unsur senioritas dalam perkaderan..
Metode edukasi
Metode edukasi adalah metode pendidikan yang mengedepankan penanaman nilai moral dengan melakukan interaksi secara lansung kepada kader dalam penanaman ideology  imm dan muhammadiyah, pendikan seperti ini mampu mendukung dan meningkatkan perkaderan ikatan melalui penanaman akhlak dan moral yang baik kepada kader dengan demikian penanaman ideology IMM kepada kader dapat  dilakukan dengan meninjau dari kemampuan kader dalam meningkatkan Intelektualitasnya.
Internalisasi ideology
Dalam  meningkatkan kualitas pimpinan dan kader perlu upaya ineternalisasi Ideologi IMM  dan Muhamadiyah  suatu langkah yang mendukung kualitas kader dalam berIMM. Adapun langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan perkaderan pendukung dan penunjang kompentensi kader,hal ini dapat diaktualisasikan  dalam penyelenggaraan beberapa kegiatan pendukung  jenjang perkaderan, diantaranya;
a.     Sekolah kader
Sekolah kader merupakan sebuah madrasah utama bagi kader untuk meningkatkan  daya intelektual dan nalar kritis mereka, hal ini juga diupayakan dapat membangun kesadaran individual dalam mengenjawatahkan nilai nilai dasar ideology IMM, sekolah kader adalah komponen perkaderan pendudukung dengan tujuan agar kader dapat mengaktualisasikan tri kompetensi dasar dalam kehidupan bermasyarakat  seiring dengan perkembangan zaman.
a.     Darus Assyiasah
Darul As-Syiasah adalah komponen perkaderan pendukung yang ditunjukan kepada kader juga pimpinan, tujuan dari kegiatan ini adalah pendidikan politik Muhamadiyah yang ditanamkan kepada kader,agar kader tidak buta terhadap politik sehingga mematahkan stigma “politik kotor”  tentang bagaimana poros politik yang diambil Muhammadiyah dan tantangan yang dihadapi dalam gejolak dan polemic perpolitikan di negeri ini, dengan menghadirkan tokoh- tokoh dan pakar politik  daerah dan wilayah muhammadiyah sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
b.     Diksuswati
Pendidikan Khusus IMMawati (Diksuswati) adalah pendidikan yang dikhusukan untuk imawati  sebagai upaya pemberdayaan kaum wanita, penanaman dalam merawat nalar kritis dan intelektual dalam diri kader menguatkan sikap dalam merespon problematika kaum wanita di tingkat nasional maupun internasional. hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta responsive mereka terhadap permasalahan di masyarakat.
c.     Diskusi
Dalam mendukung perkaderan cabang sukoharjo sebagai perkaderan yang bergerak di ranah peningkatan intelektual, forum diskusi yang perlu dimasifkan dengan metode yang mendukung. Pemanfaatan teknologi dalam mengkolaborasikan pemahaman secara intensif dapat dilakukan dengan melakukan post-test kader setelah mengikuti diskusi, sehingga indicator  kemampuan dan  keberhasilan  pemantik dalam menyampaikan   dan peserta dalam mengikuti diskusi dapat ditinjau dari respon peserta.

Sinergisitas perkaderan Kultural  dan struktural
Secara umum metode perkaderan dalam ikatan dapat dilakukan dengan pola struktural dan kultural, keduanya mempunyai superioritas masing-masing,dalam  menunjang  perkaderan di PK Muhammad Abduh maka diperlukan sinergisitas metode dalam perkaderan ikatan.untuk  mendukung produktifitas perkaderan ikatan contohhalnya dalam perkaderan kultural dimana penyaluran kader berdasarkan kemampuan dan kesanngupan personalnya, hal ini menjadi kelemahan dalam ikatan dalam menyiapkan regenerasi perkadera, maka kubutuhan ikatan akan posisi-posisi urgen sulit didapatkan tanpa adanya perkaderan stuktural, perkaderan struktural dalam ikatan sebagai instrument dalam mempersiapkan generasi yang siap dengan posisi-posisi stategis tertentu.
Implikasi perkaderan
            Membangun perkaderan yang integral dalam ikatan menjadi tantangan sekaligus peluang dalam revitalisasi ideology yang berpengaruh terhadap ruh perkaderan, peningkatan kualitas dan kuantitas perkaderan dapat diupayakan dengan penguatan ideology kader melalui jenjang perkaderan yang variatif, komponen perkaderan pendukung memerlukan konsep yang akurat dan progresif  sehingga mampu melahirkan kader ikatan yang  ideologis.
Kader dalam ikatan harus mampu berdiri tegak dengan idelismenya. Parameter kualitas yang baik dalam perkaderan dapat ditinjau dari kemampuan kader dalam mengintergrasikan Tri Kompetensi dasar IMM, menurut pandangan kami integrasi Tri Kompetensi dapat dilakukan dengan mengimplementasikan tri kompetensi tersebut secara  garis horizontal, yaitu  tidak adanya unsur dikotomi dalam perkaderan  dengan mengunggulkan salah satu dari ketiganya. Religiusitas yang berdasarkan  intelektualitas  dan kemudian diproyeksikan melalui  humanitas, menjadikan Pribadi yang Shalih bermanfaat untuk Agama Umat dan Bangsa, sehingga gerakan dan pemikiran kader mempunyai korespondensi antara amal ilmiah dan ilmu amaliah. Wallahu Alam.........
Fastabiqul Khoirat.

Penulis: Sabar Hati Halawa




Posting Komentar untuk "Integrasi Perkaderan untuk Revitalisasi Ideology IMM"