[Tanpa judul]
NOTULEN DISKUSI ONLINE
“Covid 19 dan Sikap Seorang Muslim”
Ditengah pandemi covid 19 ini apasih upaya yang dapat kita lakukan? Dan bagaimana kita sebagai umat muslim menyikapi ini?
Nahh! Berikut jawabanya, cekidot..
Pemateri I
Joni fristiyanto
Assalamualaikum Wr. Wb
Kamis, 26 Maret 2010 dengan mata kepala saya sendiri , saya melihat evakuasi salah satu jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta tempat saya bekerja. Jenazah dari IGD di bawa ambulan langsung menuju tempat pemakaman. Nampak beberapa petugas menggunakan APD lengkap (macam astronot) mengangkat peti berisi jenazah yang telah di bungkus plastik beserta petinya ke dalam ambulan. Sontak keluarganya histeris melihat evakuasi itu, bagaimana tidak, jangan kan memandikan atau menyolatkan, melihat wajahnya untuk yang terahir kali saja tak bisa. APD terbatas, hanya petugas yang memandikan, menyolati, mengantarkan dan menguburkan. Keluarga hanya bisa melohat dari jauh, hanya bisa melakukan shalat gaib dan berdoa.
Itu Sedikit gambaran dari peristiwa adanya wabah pandemi virus covid-19 yang mampu mendatangkan duka yang mendalam bagi kita. Oleh karenanya, kita perlu mempelajari apa itu covid-19 dan cara kerjanya, supaya kita bisa lebih mudah untuk mencegah dan memeranginya. Sebenarnya penanganan virus ini mudah, tapi kalau di remehkan bisa berakibat fatal.
Apa itu Covid-19?
Covid-19 adalah salah satu dari golongan virus corona yang dapat menular pada hewan maupun manusia, yang mampu menyebabkan berbagai penyakit seperti flu, sesak nafas, insfeksi pernafasan, hingga yang lebih parah seperti MERS dan SARS.
Covid-19 adalah virus baru yang tergabung dalam anggota 7 virus corona, 6 virus corona lainya adalah yang menyebabkan MERS, SARS dan yang lainya. Sedangkan Covid-19 mampu menyebabkan semuanya virus ini pertama muncul di Wuhan, China. Binatang spesies pembawa virus ini terdapat di kelelawar dan trenggiling .
v Cara kerja Covid_19
Virus ini bekerja :
a. Masuk ke tenggorokan atau saluran pernafasan, mengganggu sistem pernafasan hingga infeksi paru paru.
b. Dapat masuk melalui mulut, hidung, dan mata
c. Penelitian juga mengungkapkan virus dapat melalui anus dan kelamin
v Bahaya Covid-19
Dapat menyebabkan :
a. Demam
b. Batuk pilek
c. Sakit tenggorokan
d. Letih atau lesu
e. Sesak nafas
f. Infeksi paru-paru
g. MERS
h. SARS
i. Menular
j. Dan dapat mengakibatkan kematian
v Cara Penularan
Virus ini hanya dapat menular melalui cairan dari lendir orang positif yang masuk ke tubuh orang lain. Dan cairan lendir itu dapat melalui :
a. Batuk
b. Berbicara (Liur muncrat)
c. Lendir bersin yang mengenai anggota tubuh, mengenai benda benda seperti baju, kertas, pintu, tembok dan lain-lain.
Dan dari kontak langsung atau benda benda itulah yang mampu menularkan virus ke tangan anda, atau ke benda benda yang anda pakai. Sehingga saat anda memegang wajah, atau menghirup di depan orang bersin maka virus akan masuk ke tubuh.
v Cara Pencegahan
1. Pencegahan tubuh kita
a. Imun yang baik
a) Minum vitamin
b) Berjemur pagi hari
c) Makan yg sehat
d) Tidak panik atau stress, dan lain-lain
b. Budaya hidup sehat
a) Rajin olah raga
b) Istirahat cukup
c) Rajin cuci tangan
d) Rajin mandi
e) Menjaga kebersihan lingkungan, dan lain-lain
2. Pencegahan sosial
a. Tidak sering bepergian
b. Memakai masker
c. Sosial atau physikal distancing
d. Tidak berkumpul kumpul, dan lain-lain.
Virus ini hanya bekerja melalui cairan lender, jika cairan ini tidak masuk ke tubuh kita, InsyaAllah tubuh kita aman. Gejala umum dari virus ini seperti demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan sesak nafas, gejala ini memiliki masa inkubasi (masa muncul gejala) antara 2 -14 hari dan rata rata 5 hari. Virus tetap bisa menular kepada orang yang memiliki imun yang baik, namun orang yg memiliki imun baik dan terpapar biasanya tidak memiliki gejala gejala seperti di atas. Namun, tetap bisa menularkan ke orang lain. Cara untuk mengetahui nya yg akurat yaitu dengan swab lab test, yaitu cek laboratorium menggunakan sampel lendir tenggorokan kita. Rapid tes menggunakan cairan darah kita, tapi hanya pendeteksi virus, tidak mengidentifikasi covid-19. Orang yang di nyatakan positif oleh rapid tes maka akan di tindak lanjuti dengan swab lab, mengurangi pertemuan dengan orang lain dapat menghambat penularan virus tersebut. Virus ini masih dapat melayang di udara beberapa waktu setelah orang yang positif covid-19 bersin, karena ukuranya yang sangat kecil.
Pemateri 2
Syahrur Rizqi Hidayatullah
Assalamualaikum Wr. Wb
MENYIKAPI COVID-19
Kita ketahui bersama bahwa penyebaran Coronavirus Disease ( COVID 19 ) yang merebak di berbagai negara termasuk di Indonesia merupakan pandemik virus yang mengancam kehidupan manusia. Akibat adanya COVI- 19 ini telah banyak korban yakni ratusan ibu orang terinfeksi positif dan ribuan orang meninggal dunia. Karena Virus ini penyebarannya yang cepat dan penularannya yang mudah, penyebarannya yang tidak mudah terdeteksi dan sikap abai sebagian masyarakat terhadap potensi penyebaran dan mudarat yang diakibatkan oleh COVID-19.
Dengan adanya COVID 19 ini kita sebagai seorang muslim atau mukmin harus meyakini:
1) Meyakini bahwa Allah maha kuasa dan adil
Bahwa apapun yang yang menimpa manusia tidak lepas dari kehendak Allah yang maha kuasa. (Q.S Al Hadid : 22-23) Semua yang menimpa manusia itu bukanlah karena Allah tidak adil, sebaliknya Allah itu maha adil dan tidak berbuat dzalim kepada hambanya. ( Q.S Fushilat : 46 ). Oleh karena itu segala musibah yang terjadi harus dipandang sebagai suatu ujian bagi manusia. (Q.S Ali Imran : 142).
2) Meyakini bahwa Allah maha Rahman dan Rahim
Hal ini menuntunkan kepada manusia bahwa dalam menjalankan kehidupan agar selalu optimis dan tidak putus asa. Dengan Optimisme kita meyakini bahwa setiap kesulitan selalu ada jalan keluar. Dalam Al Qur'an dijelaskan : " Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. ( Al insyiroh :5 ). Dalam hadits nabi : "Dan bersama bencana ada kelapangan dan bersama kesulitan ada kemudahan". ( H.R. Ahmad ).
3) Meyakini bahwa Ajaran agama itu diturunkan dengan tujuan untuk menjadi Rahmat bagi alam semesta ( Al anbiya : 107).
Adanya syariah sebagai perwujudan maslahat, kemaslahatan itu adalah perlindungan terhadap manusia baik dalam kehidupan keagamaannya, jiwa raganya, akal pikirannya, keluarga dan harta.
Wallahu A'lam Bisshowab
Lebih lanjut wabah COVID 19 adalah salah satu musibah yang merupakan ujian dari Allah SWT, sehingga umat Islam harus menghadapinya dengan Sabar, Ikhtiar dan Tawakal.
1) Sabar
Allah berfirman yang artinya : "Sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang Sabar. ( Al Baqarah : 155). "Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Raji'un' ( Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanya kami kembali. (Al Baqarah : 156 ). "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan Rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Al Baqarah : 157).
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa dalam menghadapi cobaan atau musibah termasuk COVID-19 ini harus dengan sabar dan mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Raji'un , dengan kesabaran maka akan mendapatkan Rahmat dan petunjuk.
2) Ikhtiyar
Konsekuensi optimisme adalah meyakini bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan beserta bencana ada kelapangan (H.R Ahmad). Ikhtiyar yang dapat dilakukan dalam menghadapi COVID-19 ini beberapa di antaranya ialah:
a. Usaha aktif mencegah penularan COVID-19
Ini merupakan bentuk ibadah jihad yaitu melindungi darahnya dari wabah penyakit. (Dalam hadits riwayat Tirmidzi), termasuk harus memperhatikan dan melakukan petunjuk & protokol yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. Sebaliknya tindakan sengaja yang membawa resiko penularan merupakan tindakan buruk/dzalim. ( Q.S Al Maidah : 32).
b. Upaya Pengobatan
Pengobatan wajib dilakukan khususnya orang yang sudah positif terinfeksi COVID-19. Kewajiban para ahli dan pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pengobatan. Sebagaimana dalam Q.S Al Nahl : 43 : " ... Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."
c. Menggalakkan sifat berbuat baik (Ihsan) dan saling menolong (Ta'awun) di antara masyarakat.
Contohnya yaitu seperti berbagi masker, hand sanitizer, kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah SWT : "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan , memberi bantuan kepada kerabat dan dia melarang perbuatan keji , kemungkaran dan permusuhan . Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ( Al Nahl : 90)", "Saling menolonglah kamu dalam kebajikan dan jangan saling menolong dalam berbuat dosa & pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah , Sesungguhnya Allah amat berat siksanya. ( Al Maidah : 2 )"
d. Perbanyak Istighfar, bertaubat, berdoa, membaca Al Qur'an, berdzikir , bersholawat dan Qunut Nabilah
3) Tawakal
Setelah kesabaran dan ikhtiyar dilakukan untuk menghadapi COVID-19 ini sebagaimana dijelaskan.
Sesi Tanya Jawab
1. Menurut pemateri yang pertama, penyebarannya covid-19 melalui lendir. Tetapi di televise katanya penyebarannya malalui udara yang nempel di baju yang kita pakai?
Jawab:
Betul, yang menularkan itu dari lendir nya atau liurnya. Contoh ketika kita batuk, maka ada lompatan dan dorongan dari tetesan lendir yang kecil kecil itu terlempar kemudiam menempel di benda-benda. Bisa juga menempel di baju yang kita pakai atau justru malah langsung kita hirup, karena virus yang sangat kecil, dia akan pelan jatuhnya dan beberapa saat melayang di udara menempel ke objek. Maka, sangat penting kita selalau pakai masker dan jaga jarak, jarak 1 meter itu sangat minim, harus lebih jauh dari itu. Masker yang baik itu pakai masker N95, harganya mahal dan langkah. Satu biji bisa sampai 150 ribu rupiah yang cuma bisa di pakai sekitar 3 hari, masker bedah yang biasa di apotik itu menyaring hingga 80%, sedangkan masker kain sampai 50%. Itu lebih baik dari pada tidak memakai masker sama sekali, masker bedah dan N95 langkah jadi, kusus buat yang sakit dan tenaga medis saja yang di rumah pakai masker kain yang bisa di cuci, InsyaAllah .
2. Apakah Covid-19 ini merupakan adzab dari Allah, bagimana kita harus menyikapinya?
Jawab:
Banyak orang yang mengatakan bahwa ini merupakan adzab bagi orang-orang ahli maksiat, akan tetapi dengan COVID-19 ini saya lebih sepakat dipandang sebagai suatu ujian dari Allah karena kita yang ditimpa virus ini bukan hanya orang ahli maksiat juga melainkan orang muslim juga. Untuk menyikapinya sudah dijelaskan diawal yaitu sabar, ikhtiyar dan tawakkal. Lebih kepada khusnudzon kepada Allah SWT
3. Corona adalahh bencana nasional bagaimana tanggapan dari pemateri untuk kebijakan pemerintah yang tidak mau mengkarantina wilayah?
Jawab:
Corona adalah pandemik, pandemik = wabah skala global. Pemerintah mengeluarkan kebijakan berdasar kurva, jika kurva semakin naik maka ada step step yg harus di lakukan. Mulai dari mengurangi mobilitas, membatasi akses keluar masuk, atau bahkan sampai lockdown tidak ada kegiatan sama sekali. Dan harus langkah-langkah yang paling efektif memang lockdown, tapi apakah kita mampu? Nah, makanya harus perlahan. (Joni Fristiyanto )
Dalam kaidah fikih dijelaskan "Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus sesuai dengan kemaslahatan.” Dalam hal ini kebijakan pemerintah tidak mau karantina apakah sudah sesuai kemaslahatannya. Saya rasa tetap ada kemaslahatan , dan semua harus dilakukan secara pelan dan melihat kondisi perkembangan selanjutnya. Akan tetapi kembali bahwa setiap kebijakan aja plus dan minus nya . Ada konsekuensi yg harus diterima di atas, selanjutnya langkah yang diambil ialah bertawakal kepada Allah SWT.(Syahrur Rizqi Hidayatullah)
4. Benar atau hoax mengenai covid-19 itu adalah kepentingan politik ? Dan bagaimana sikap yang harus kita ambil sebagai seorang akademisi?
Jawab:
Hoax, virus ini nyata dan memakan banyak korban, saya yang tiap hari di rumah sakit tau betul. Hampir setiap hari ada kasus tersebut. Jika kepentingan politik kembali pada diri sendiri, bisa jadi ada oknum yang memanfaatkan kesempatan dalan kesempitan ini untuk meraih kepentingan politik, sikap kita harus jernih kita menilai terkait kebijakan yang di ambil. Harus mengedepankan kemaslahatan, kita boleh setuju atau menolak. (Joni Fristiyanto )
Saya pribadi belum sangat cukup info tentang apakah itu ada kepentingan politik atau tidak. Sebagai akademisi akan hal ini mungkin menyikapinya harus dengan bijak dan melihat bahwa ini merupakan bencana global dan harus sadar akan pentingnya saling gotong royong dalam menghadapi virus ini.(Syahrur Rizqi Hidayatullah)
5. Diatas sudah dijelaskan bahwasannya masker kain bisa digunakan untuk meghalau si covid-19 besarnya covid-19 ini berapa ? Dan pasti tidak sembarang kain dijadikan masker. Nah, kain yang seperti apa yang bisa menghalau sibandel covid-19 ini?
Jawab:
Nah, virus ini sangat kecil ukuranya sampai ke satuan nanometer, nanti coba di itung. Masker kain mampu menyaring sampai 50% Masker bedah sampai 80% masker bedah yang warnanya hijau itu dan masker N95 mampu hingga 99%. Masker ini awalnya adalah untuk penderita ispa dan gejalanya sama dengan covid-19. Masker N95 yg bentuknya kaya batok setengah bulat.
6. Berapa lama covid-19 bertahan di udara, kain, logam, dan lain-lain? Apakah air saja bisa membunuh atau mengusir covid-19? Misalnya berwudhu?
Jawab:
Tidak lama, hanya beberapa menit di udara dan akan segera jatuh atau menempel pada benda. Untuk nempel di benda ada macam macam waktunya. Paling cepat mati kalo nempel di tembaga. Air saja tidak cukup, harus dengan sanitizer atau sabun. Cuci tangan pakai sabun Dan mandi seluruh tubuh di sabun, Baju di cuci pakai deterjen. (Joni Fristiyanto)
Dalam Islam telah dianjurkan untuk menjaga wudhu, setiap kali kentut dan lain-lain dianjurkan berwudhu . Berwudhu ini termasuk salah satu bentuk ikhtiar pencegahan virus, contoh istinsak dan istintar itu untuk menghilangkan bakteri-bakteri atau virus yang ada di hidung dengan rutin menjaga wudhu insya Allah terhindar dari virus ini.(Syahrur Rizqi Hidayatullah)
7. Melihat pandemik Covid-19 ini yang makin hari makin masif penyebarannya kan kita dianjurkan untuk Physical distancing , nah bagaimana solusi untuk mengatasi agar masyarakat didaerah zona merah Covid-19 contoh Jakarta itu untuk tidak melakukan mudik kekampung halaman nya? Sedangkan mereka kalau tetap berdiam diri di Jakarta dan tidak memiliki penghasilan juga mereka tidak sanggup karna harus membeli makan dan membayar kontrakan di Jakarta?
Jawab:
Itulah yang sedang di fikir oleh pemerintah. Bagaimana menghidupi rakyatnya yang #dirumahaja. Biar mereka yang mikir lah ya. Oleh karenanya, jangan kita pulang kampong, sangat beresiko, kita tak tau bawa virus atau tidak. Kota positif atau tidak, karena masa inkubasi sampai 14 hari dan yang positif dengan imun baik akan kelihatan sehat, tapi mampu menularakan itu yang bahaya.( Joni Fristiyanto)
Kembali bahwa kebijakan ada plus dan minusnya, seumpama ketika Jakarta melarang warganya untuk tidak mudik maka pemerintah setempat harus siap menerima konsekuensinya, seperti yang disampaikan bahwa rakyat kebingungan mencukupi sandang dan pangan dan lain-lain. Pemerintah harus sanggup mencukupi sandang pangan rakyatnya. Mungkin bisa diambil contoh bahwa di Jaawa Tengah, salah satu parpol menyumbangkan gaji kadernya yang di DPRD untuk menghadapi COVID-19 ini. Dan ini bisa digunakan untuk APD, bahan pokok dan lain-lain. (Syahrur Rizqi Hidayatullah)
8. Saya dengerdengar katanya kalo tenggorokan kita kering itu bisa menjadi salah satu penyebab mnyebarnya virus ke tubuh ya?
Jawab:
Tenggorokan kering atau sakit itu salah satu gejala yang timbul, kondisi tenggorokan kering juga lebih memudahkan virus untuk nempel di tenggorokan. Oleh karenaya, sangat di anjurkan kita sering minum air putih hangat. Kenapa hangat bukan dingin saja? Karena, hangat dapat menjaga suhu tubuh stabil, dingin dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan hingga demam. Belum ada penelitian terkait virus ini mati di suhu berapa, tapi virus corona yang sebelahnya MERS itu mati di suhu 56°c kurang dari 24 jam.
9. Sekarang disetiap daerah kalau mau masuk itu harus disemprot dulu,nah itu kan yang disemprotin disinfektan ya. Tapi kemarin saya baca baca di instagram kalau sebenarnya WHO menyarankan kalau disinfektan tidak boleh disemprotkan ditubuh manusia, bagimana caranya kita bisa memfilter informasi-informasi ini?
Jawab:
Ini yang perlu di luruskan, desinfektan kusus untuk benda-benda. Kalau tubuh kita pakailah sabun. Desinfektan jangan kena kulit atau sampai terhirup. Karena bahan aktifnya bisa melukai paru paru, kondisi di lapangan yang mereka maksud sebenarnya ingin nyemprot pakainya. Tapi sangat beresiko. Lebih baik cuci deterjen, badan dan tangan di sabun Ini karena mungkin pakai APD dan mungkin merasa aman, tapi sebaiknya jangan.
10. Bagaimana menurut analisa dan hipotesa pemateri soal kebijakan beberapa negara yang memutuskan untuk lockdown tetapi negara kita memilih untuk menetapkan "Darurat Sipil", jadi pertimbangan seperti apa yg mendasari keputusan tersebut dan dampak terburuk apa yang disebabkan oleh kebijakan ini?
Jawab:
Di berbagai negara sudah memutuskan untuk menerapkan lackdown , saya rasa negara tersebut sudah cukup siap dengan konsekuensi yang diambil termasuk dalam hal ekonomi. Namun, dengan negara kita belum mengambil langkah tersebut, besar kemungkinan belum siap akan konsekuensi nya (khususnya dalam hal ekonomi ). Negara kita lebih mengambil kebijakan darurat sipil, mungkin hal ini dapat menghambat atau mencegah penyebaran virus ini namun hanya sedikit, akan tetapi pemerintah tidak berkewajiban memberi kebutuhan hidup semua orang.
11. 1. Dalam menyikapi covid-19 upaya yang dilakukan oleh masyarakat yakni banyak dilakukan disinfeksi terhadap tubuh/ kendaraan yang dipakai baik ketika akses keluar masuk kampung maupun diarea publik, pertanyaan saya amankah disinfektan itu pada tubuh manusia?
2. Apakah sudah ada SOP dari petugas kesehatan terkait dengan takziah dirumah duka, kalau sudah ada, apa saja nggih sop nya?
Jawab:
Point 1 sudah terjawab di atas ya.
Point 2
Terkait dengan SOP dari menkes, sebenernya boleh saja melayat atau takziah, asalkan dia punya APD full body yang aman, jika tidak akan berbahaya. Dan juga di negara kita sangat terbatas. Dari kemenag /MUI menganjurkan untuk tidak takziah jika berbahaya, cukup berdoa dari rumah atau bela sungkawa melalui Hand Phone. Dan satu lagi, sosial distancing yang juga penting dijaga, agar hindari kerumunan dari lembaga lebih menyarankan agar lebih baik tidak, dulu.
12. Beredarnya Covid-19 menimbulkan banyak perspektif, tidak terlepas dari pandangan tokoh agama. Nah, diantara ustadz dan tokoh agama ada yang berpendapat bahwa itu adalah pengaruh jin, apakah demikian?
Jawab:
Ya ada beberapa ulama yang berpendapat seperti itu, namun saya belum tau pasti sumber dalilnya. Jika benarpun itu pengaruh jin maka kita harus memerangi dan mencegah virus tersebut karena ini termasuk ibadah jihad seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Saya mencoba mengambil dalil " sesungguhnya wabah wabah Al - thaun(penyakit menular dan mematikan) itu adalah ujian yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang dikehendakinya dan Allah juga menjadikannya sebagai Rahmat bagi orang-orang beriman. ( HR. Bukhori) Hadits diatas menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan bentuk ujian dari Allah. Terlepas dari pengaruh jin atau bukan karena saya sendiri belum tau dasar dalilnya.
13. Akhir-akir ini Covid19 semakin meningkat hingga semua lembaga pendidikan dan tempat ibadah, masjid musholla lockdown, artinya sesuai maklumat pemerintah harus sholat jama'ah dirumah, pun dengan shalat jum'at. Jadi pertanyaannya, dari maklumat pemerintah, MUI pusat hingga Daerah, menetapkan untuk sholat di rumah tanpa terkecuali, Bagaimana dengan orang yang tidak mengindahkan maklumat tersebut? Apakah mereka tergolong muslim yang tidak taat pemimpin atau gimana? Dan juga bagaimana dengan orang yg 3 kali tidak sholat jum'at dgn alasan covid-19? Tetapi dalam hadist dikatakan orang yang 3 kali tidak sholat jumat ,tergolong orang kafir?
Jawab:
Dalam Islam kita diharuskan taat kpd Allah, Rosululloh atau ulama dan Ulil Amri atau pemimpin. Adanya keputusan pemerinrah, MUI dan ormas sudah tepat . Hal ini sejalan dgn kisah sahabat nabi Khalifah Umar mau menju ke Syam , dipertengahan jalan mendapatkan Akabri bahwa di Syam ada wabah penyakit, maka Abdurrahman bin auf memberitahu bahwa rosul pernah bersabda ' jika kamu dapati di suatu tempat ada penyakit menular maka jangan kamu datangi tempat tersebut , sebaliknya jika ditempatmu ada penyakit menular maka jangan kamu pergi dari tempat tersebut. Hal ini perintah rosul yg oleh Umar dijalankan , sehingga Umar kembali ke Madinah . Orang yang tidak mematuhi kebijakan pemerintah hemat saya tergolong orang yang melakukan tindakan buruk karena membawa kepada resiko penularan virus. Sebagaimana dalam Al Qur'an " Barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . ( Al Maidah 32). Meniadakan sholat Jumat dan mengganti dengan sholat dhuhur diambil atas dasar koidah usul fiqih yaitu mencegah mudarat lebih utama daripada mendatangkan maslahatan. Sejauh musibah ini belum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang maka kebijakan tentang tuntunan ibadah (sholat Jumat diganti sholat dhuhur dan lain-lain) tetap dilaksanakan.
14. Apakah semua gejala yang disebutkan mengenai covid-19 terjadi secara langsung dalam satu waktu atau semisal cuma gejala batuk, flu tapi ga demam sudah termasuk gejala dari covid-19?
Jawab:
Macam macam, gejala muncul bisa jadi cuma batuk, bisa jadi demam, bisa jadi demam dan batuk, bisa jadi sesam napas dan bahkan bisa jadi tidak muncul gejala apapun. Oleh karenanya, isolasi mandiri 14 hari agar yang tidak terlihat itu mati dalam tubuh kita yang imunnya baik. Demam belum tentu covid, batuk belum tentu covid dan lain-lain. Maka perlu uji lab atau swab lab untuk memastikan apakah anda positif covid atau tidak.
15. Sekarang yang lagi trending itu tentang kebijakan pemerintah mengenai darurat sipil, sedangkan di dalam UU sudah ada aturan mengenai karantina. Menurut pemateri untuk situasi dan kondisi sekarang, lebih cocok memakai darurat sipil apa UU tersebut?
Jawab:
Undang undang bisa tergantikan oleh perpu. Yang paham hukum pasti lebih paham, yang pasti pemerintah menimbang dan memilah yang terbaik untuk rakyatnya sesuai dengan kemampuan pemerintah. Oleh karenanya, terbitlah perpu. UU boleh bilang selama karantina kebutuhan dasar di tanggung pemerintah, tapi pemerintah mungkin tidak mampu oleh karenanya membuat perpu. Kalau menurut saya pribadi lebih suka ke UU, tapi pemerintah belom punya solusi dana untuk menghiudpi rakuatnya selama katantina. (Joni Fristiyanto)
Sedikit saya juga labih cocok memakai UU tentang karantina karena lebih efektif dalam pencegahan penularan virus ini. (Syahrur Rizqi Hidayatullah)
16. Gejala COVID -19 mirip dengan influenza . Bagaimana membedakan sakit akibat infeksi COVID-19 dengan influenza biasa?
Jawab:
Kalau flu biasa tidak mengakibatkan inspeksi par- paru, tapi covid juga gejalanya macam-macam.
17. Melihat yang diambil keputusan presiden adalah sosial distancing dengan cara memindahkan semua kegiatan baik bekerja beribadah kerumah efek nyaa berdampak kepada psikolgi individu. Contoh yang ditimbulkan dari social distancing yaitu adanya kecemasan dan kekhawatiran yang berlebih pada individu itu sendiri. Dan lagi-lagi tidak semua orang mampu mengatasi hal yang demikian. Pertanyaan apakah dampak yang ditimbulkan ketika ada kecemasan yang belebihan? Dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Melihat daripada rakyat indonesia egosentrisnya masih tinggi?
Jawab:
Kecemasan yang berlebih bisa di katakan juga panik, panik menurunkan daya imun tubuh, Imun yang jelek dapat lebih mudah terkena virus. Jadi kita harus tenang dan jangan panik. Caranya kita bisa dengan selalu bersyukur dan produktif di rumah, selalu berpikir posotif dan banyak hikmah di balik ujian ini. (Joni Fristiyanto)
Mungkin berakibat kepada depresi . Mengatasi yaitu dengan melakukan kegiatan yang positif dan produktif seperti stay at home : membaca buku dan lain-lain. Work from home, waspada dan jangan panik , selalu berfikir positif dan selalu berdoa yang terbaik. (Syahrur Rizqi Hidayatullah)
18. Bagaimana putusan Muhammadiyah sendiri terkai wabah ini?
Jawab:
Muhammadiyah memiliki banyak putusan terkait covid ini, karena juga muhammadiyah menyoroti dari berbagai hal dari sisi penanganan, sisi pendidikan, keagamaan dan lain-lain. Dan kurang lebih apa yang diputuskan muhammadiyah mayoritaa mirip dengan putusan pemerintah dan MUI. Seperti tentang pengurusan jenazah, meminimalisir mobilitas, sholat jumat dan lain-lain.
Kesimpulan :
Bahwasanya covid 19 ini adalah virus baru yang tergabung dalam anggota 7 virus corona, 6 virus corona lainya adalah yang menyebabkan MERS, SARS dan yang lainya. Karena virus tersebut mungkin kebetulan berada pada tempat aslinya sehingga ia memberikan efek negatif pada apapun dan siapapun yang ia tempati. Covid 19 bukanlah sebuah adzab karena ia menyerang bukan hanya ahli maksiat, melainkan sebagai ujian dari Allah. Untuk menggabungkan keduanya maka kita dainjurkan untuk terus berikhtiar dan tetap betawakal kepada Allah, karena dua itu InsyaAllah kunci sukses hidup didunia dan akhirat kelak. Aamiin YRA.
Penulis: Fajri Sekbid hikmah PK IMM Muh Abduh
editor: muhamad ardiyanto maulana

Posting Komentar untuk " "